Oto

BYD Atto 2 Terbaru Kabarnya Dibekali Sistem Penggerak Roda Belakang

Jakarta (KABARIN) - Mobil BYD Atto 2 terbaru yang tertangkap kamera ketika sedang diuji di China kabarnya dibekali dengan sistem penggerak roda belakang dan opsi sistem penginderaan jarak jauh Light Detection and Ranging (LiDAR).

Siaran CarNewsChina pada Sabtu (27/6) menyebutkan bahwa foto mata-mata menunjukkan mobil listrik BYD Atto 2 model terbaru itu dipasangi port pengisian daya baru di belakang.

Model mobil yang dinamai Yuan UP di pasar domestik China tersebut dalam foto mata-mata terlihat menggunakan tema warna turquoise. Bumper, gagang pintu, spion samping, dan side skirt-nya diberi aksen dengan warna itu.

​​​​Namun, belum diketahui apakah warna tersebut merupakan paket kosmetik opsional atau hanya kamuflase yang digunakan BYD selama pengujian.

Perubahan eksterior lain pada mobil itu dinilai minim. Model yang baru tidak lagi menggunakan aksen warna pada bagian bawah bumper depan.

Bagian dalam mobil sebagian besar juga tidak berubah. Perbedaan utamanya dengan Atto 2 untuk pasar global hanya pada penggunaan logo "Yuan" di lingkar kemudi.

Selain itu, port pengisian daya telah dipindahkan dari spatbor depan ke belakang. Tampilan port-nya sekarang menyerupai posisi tutup tangki bahan bakar pada mobil konvensional.

Perubahan terbesar dilakukan pada bagian bawah kendaraan.

BYD merombak sasis Atto 2, memindahkan motor listrik ke belakang pada kendaraan dengan sistem penggerak roda belakang (RWD).

Atto 2 versi China akan dibekali dengan motor listrik belakang berdaya 100 kW dan 120 kW, sedikit lebih rendah dibanding motor depan 130 kW pada varian tertinggi.

BYD Atto 2 versi global saat ini dipasarkan dengan motor depan 130 kW dan 150 kW.

Perusahaan diperkirakan akan menghadirkan sedikit peningkatan pada model mobil untuk tujuan ekspor.

BYD Atto 2 yang diperbarui memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, dan jarak sumbu roda 2.770 mm.

Penggunaan sistem penggerak roda belakang diperkirakan membuat ruang kabin mobil yang diperbarui menjadi lebih lega.

Jarak sumbu rodanya bertambah 150 mm dari 2.620 mm menjadi 2.770 mm, sehingga ruang kaki penumpang belakang serta membuat kabin bisa lebih lapang.

Dokumen pemerintah China juga menunjukkan bahwa mobil yang diperbarui sedikit lebih panjang dan lebih lebar dibanding model sebelumnya.

Seluruh varian Atto 2 terbaru diperkirakan menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.

Pembaruan ini diyakini dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus stabilitas dalam berkendara.

BYD Atto 2 terbaru juga ditawarkan dengan opsi LiDAR.

BYD telah menawarkan sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 dengan dukungan LiDAR pada Dolphin dan Dolphin Surf (Seagull) yang dipasarkan di China dengan biaya tambahan sekitar 12.000 yuan (sekira Rp31 juta).

Sementara itu, mobil pesaing seperti Geely EX2, Changan Nevo Q05, dan MG4 Urban masih mengandalkan sistem bantuan mengemudi berbasis kamera dan radar tanpa LiDAR.

BYD Atto 2 terbaru belum menggunakan teknologi pengisian daya ultra cepat yang belakangan banyak dipromosikan BYD.

Model ini ditawarkan dengan paket baterai LFP berkapasitas 42 kWh dan 52 kWh dengan jarak tempuh masing-masing 410 km dan 505 km menurut standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).

Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: